Kulon Progo (MTsN 4 Kulon Progo) Sambut bulan ramadan, MTsN 4 Kulon Progo intensifkan pembiasaan tadarus bagi seluruh civitas akademika. Tak hanya murid saja, namun guru dan pegawai turut andil bagian dalam tadarus ramadan tersebut. Kegiatan tadarus bagi murid diadakan setiap pagi usai salat duha, dengan pembagian juz berdasarkan kelas. Sementara itu pembagian bagi guru pegawai dibuat lebih fleksibel supaya dapat fokus dalam pembimbingan tadarus bagi murid.
Kepala Madrasah Hj. Asnah Al Amien, S.Ag., M.S.I. sampaikan bahwa program tadarus Al-Qur’an selama ramadan sebagai usaha nyata yang diwujudkan madrasah. “Program ini merupakan upaya membudayakan membaca Al-Qur’an dan menanamkan cinta Al Qur’an terutama kepada murid MTsN 4 Kulon Progo,” tutur kepala madrasah. “Tidak hanya di bulan Ramadan, yang penting adalah setelah bulan ramadan berlalu,” imbuhnya.
Sementara itu ketua panitia Pesma 1447 Hijriyah Siti Munafiah, S.Pd.I. menyampaikan bahwa madrasah memiliki target semua murid MTsN 4 Kulon Progo telah khatam membaca Al-Quran saat lulus. “Selain kejar target, yang utama adalah menjadikan tadarus sebagai salah satu ibadah yang bernilai pahala, serta meningkatkan keterampilan baca tulis Al-Qur’an,” terangnya.
Winda Fitri Liyana, salah satu murid kelas VIIA program tahfidz mengatakan bahwa sebenarnya suasana tadarus di bulan ramadan tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa, sudah biasa dilaksanakan. “Suasana tadarus sama seperti hari biasanya, ada yang fokus tadarus ada juga yang sibuk bercanda. Tapi itulah serunya tadarus bersama,” ujar Winda. Ia juga mengapresiasi peran madrasah dalam memperhatikan para murid yang belum menguasai teknik baca Quran yang efektif.
Winda juga menyemangati teman-teman lain yang masih terkendala dalam belajar Iqra’ sehingga ia berharap bahwa mengaji iqro’ tidak hanya pas ramadan saja. “Ini pengalaman saya. Saya sarankan sesudah magrib sama sehabis subuh ngaji di rumah, biar agak lancar juga, kalau enggak bacalah sebelum tidur. Rasanya itu juga menjadi salah satu trik menambah hafalan Quran. Saya rasakan sendiri, masih diterapkan sampi sekarang. (siw)
