Kulon Progo (MTsN 4 Kulon Progo) MTsN 4 Kulon Progo menjadi shohibul bait dalam acara pengajian pejabat di lingkungan Pemerintah Kapanewon Girimulyo edisi ramadan 1447 Hijriyah, Rabu (11/3/2026). Pengajian tersebut dihadiri oleh segenap aparat dari seluruh instansi di Kapanewon Girimulyo, dengan menghadirkan penceramah Kiai Sarija Sirajan Munira.
Kepala Madrasah sekaligus shohibul bait, Hj. Asnah Al-Amien, S.Ag., M.S.I. berikan sambutan. “Selamat datang di MTsN 4 Kulon Progo, terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu. Mohon maaf jika dalam menanggapi kerawuhan banyak terdapat kekurangan. Terima kasih panitia penyelenggara, kolaborasi Puskesmas Girimulyo II dan MTsN 4 Kulon Progo,” ungkap kepala madrasah.
Sementara itu Panewu Girimulyo Raden Sutrisno, S.I.P., M.M. juga memberikan sambutan mengenai keistimewaan bulan ramadan. “Di bulan ramadan ini, semoga kita semua akan mendapat amal kebaikan yang berlipat ganda. Apalagi sepuluh hari terakhir ini, semangat ibadah. Jangan sampai persiapan idul Fitri mengganggu ibadah,” demikian pesan Panewu Girimulyo. Dalam kesempatan tersebut, Panewu beserta jajarannya melakukan pentasarufan sembako dari BAZNAS Girimulyo kepada masyarakat yang berhak.
Adapun tausiyah yang disampaikan oleh Kiai Sarija SM menitikberatkan bab bersyukur sebagai kunci kenikmatan hidup. “Semua yang diberikan Allah sebenarnya nikmat, jika bisa menerimanya. Syukur bil qolbi, membuat tenteram. Syukur bil arkan, ketika diberi kesehatan, gunakan untuk ibadah. Itu juga wujud syukur,” sambungnya. Ia menyoroti suasana di masjid yang semakin sepi, dan kondisi pasar yang semakin ramai.
Amalan lain yang dianjurkan di bulan ramadan adalah hadir di majlis ilmu. Dengan majelis ilmu tersebut, Allah menuliskan bagi setiap langkahnya, sebagaimana ibadah selama satu tahun, sebab niat ikhlas. Ia juga menyoroti pentingnya berbakti kepada orang tua, digambarkan bahwa orang tua merupakan lahan surga. “Tidak ada yang bisa membalas budi mereka, kita hanya bisa mendoakan,”
Lebih jauh, Kiai Sarija mengingatkan pentingnya qonaah agar hidup tenang, dan menggunakan dunia sebagai ladang untuk beribadah, apalagi di bulan ramadan dengan Iktikaf, memperbanyak istighfar, dan tadarus. (siw)
