Menanam Langit di Dadamu


Anakku,
hidup bukan sekadar deret angka
yang kau tulis di papan waktu,
ia adalah jalan panjang
yang meminta langkah tegap
dan hati yang tak mudah runtuh.
Belajarlah menunduk pada ilmu,
seperti padi yang kian berisi kian merendah.
Sikapmu adalah cermin cita-cita,
akhlakmu adalah cahaya perjalanan hidupmu
tanpa adab yang kau jaga,
mimpi hanya akan jadi gema tanpa makna.
Jangan gentar pada lelah,
sebab peluh adalah doa yang menetes diam-diam.
Setiap gagal yang kau peluk adalah guru yang menyamar,
mengajarkan sabar dan ikhtiar
agar langkahmu tak rapuh oleh badai.
Tatkala dunia terasa sempit
dan jalan tampak terjal mendaki,
ingatlah!
langit tak pernah turun begitu saja
ia dicapai oleh kaki yang terus melangkah
dan doa yang tak lepas dari pasrah.
Jadilah seperti matahari pagi,
datang meski malam mencoba menahan.
Teruslah menyala dengan semangat,
meski awan ragu menyelimutimu;
sebab cahaya kecil yang setia
lebih berarti daripada terang yang mudah padam.
Anakku, tanamlah cita-citamu di dadamu,
rawat dengan disiplin dan harapan.
Suatu hari kelak,
dunia akan menyebut namamu
sebagai bukti bahwa perjuangan
tak pernah mengkhianati ketulusan

Bu Ambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *